triangle

Merubah Mindset dan Culture Set, PNL selenggarakan Workshop Peningkatan Budaya Kerja

Merubah Mindset dan Culture Set, PNL selenggarakan Workshop Peningkatan Budaya Kerja

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap ZI-WBK yaitu peningkatan budaya kerja yang merupakan salah satu upaya mewujudkan manajemen perubahan di PNL. Kegiatan dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Utama PNL Senin, (22/11/2021).
 

Dalam sambutannya Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi S.T., M.Eng.Sc. menyampaikan bahwa di tahun 2022 nanti PNL harus berani melakukan evaluasi diri dan juga budaya kerja harus ditingkatkan.
 

“Melalui budaya kerja melayani secara cepat, tepat dan transparan. Dan kita semua harus sudah siap melakukan perubahan kearah yang lebih baik,” katanya.
 
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Pak didi juga menyampaikan bahwa diusia 34 Tahun ini PNL dipaksa untuk menjadi BLU jika dilihat dari kapasitas dan kinerja.


“Karena cashflow kita belum mencukupi untuk menuju BLU, jadi perlu direview lagi. Pesan saya agar budaya kerja harus diubah kearah yang lebih baik sehingga akan tercapai perubahan dari sisi mindset dan Culture Set dari ASN di lingkungan PNL,” harap Didi.
 
Pada kegiatan Workshop ini juga turut dihadiri Narasumber dari LAN-RI Dra.Arfah Salwah, M.Si. Sesi ini dipandu oleh Bapak Muhammad Arifai, S.E., M.Acc.Ak., yang juga merupakan Ketua SPI-PNL. 


Dalam paparannya Arfah menyampaikan bahwa budaya kerja yang dipraktikkan adalah budaya kerja yang berintegritas dimana kerja yang kita lakukan sesuai dengan hati, ucapan dan tindakan dengan memegang teguh prinsip-prinsip kerja.


“Supaya tidak tersumbat saluran komunikasi dalam koordinasi antar pimpinan dan civitas akademika, maka disarankan untuk meningkatkan frekuensi pertemuan dengan para pegawai/tim kerja yang ada di institusi. Terdapat tiga pendekatan dalam budaya kerja diantaranya kompetensi, berorientasi output dan bersinergi dalam bekerja,” katanya.


“Selain itu kebijakan yang dibuat oleh pimpinan juga harus dilihat apa dampak dan pengaruhnya dalam melakukan perubahan, tidak perlu menunggu perubahan. Perlunya bersinergi sebagai bagian dari dorongan publik untuk kinerja good governance. Sinergi ini diperlukan karena adanya perkembangan teknologi informasi. Budaya ini sebagai bagian untuk menumbuhkan kesadaran akan tujuan yang besar, saling menghormati, saling berkomunikasi dan harmonisasi setiap peran dan tanggung jawab,” lanjut Arfah.


Dalam kegiatan workshop ini dihadiri oleh 75 peserta dari Tenaga kependidikan yang ada dilingkungan PNL. [Humas PNL]

Leave a Comment